Workshop Penulisan Buku Ajar AKFARSAM

DSC_0146_1

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme tenaga pengajar dan maka dosen diharapkan dapat menyusun dan menghasilkan buku ajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran berbasis SCL (Student Centered Learning). Untuk itu Akademi Farmasi Samarinda merasa perlu untuk melakukan pelatihan penulisan buku ajar bagi dosen untuk meningkatkan minat dan kemampuan mereka dalam menulis buku ajar.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Akademi Farmasi Samarinda menyelenggarakan DSC_0036_1Pelatihan Penyusunan Buku Ajar pada tanggal 11 Maret 2017, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2, Akademi Farmasi Samarinda. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh dosen tetap baik dosen yayasan maupun dosen PNS Dpk. di lingkungan Akademi Farmasi Samarinda dengan jumlah total peserta 20 orang. Pelatihan ini mengundang Bapak Dr. Hari Purnomo, M.S., Apt dari Universitas Gadjah Mada. Sebagai narasumber beliau memiliki banyak pengalaman dalam menerbitkan berbagai judul buku ajar. Bapak Supomo, M.Si., Apt selaku Direktur Akademi Farmasi Samarinda memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan ini. Dalam sambutannya mengatakan bahwa dosen Akademi Farmasi Samarinda diharapkan dapat mengembangkan buku ajar baik dalam bentuk buku teks, buku ajar, modul maupun panduan praktikum yang sesuai dengan kaidah penulisan yang baik, dan Akademi Farmasi Samarinda memfasilitasi dengan memberikan bantuan insentif bagi dosen yang bisa menghasilkan sebuah buku ajar. Selain mendapatkan materi tentang penulisan, kegiatan yang diketuai oleh Ibu Yulistia Budianti S, M.Si., Apt ini juga melakukan bedah terhadap draf buku ajar yang sudah disusun oleh dosen Akademi Farmasi Samarinda.

KSR PMI UKM Akfarsam

                 1Akademi Farmasi Samarinda merupakan perguruan tinggi yang telah didirikan sejak tahun 2001 oleh Yayasan KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada). Program Diploma ini, didirikan bertujuan untuk mengahasilkan teaga kerja yang kedepannya dapat mengabdi kepada masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Organisasi KSR yang berdiri pada Bulan Oktober tahun 2016 diawali dengan perekrutan anggota PMR dari setiap angkatan di kampus Akademi Farmasi Samarinda. Anggota KSR PMI ini sebanyak 30 anggota yang terdiri dari 22 wanita dan 8 pria.

Awalnya UKM ini hanya sebuah organisasi yang ada di kampus Akademi Farmasi2 Samarinda, yang tidak ada sangkut pautnya dengan PMI yang ada di kota maupun di Kecamatan Samarinda ulu. Hingga pada akhirnya UKM ini diberi kepercayaan dengan dilantik yang secara resmi menjadi bagian dari KSR PMI Kecamatan Samarinda ulu. Saat KSR ini masih bernama PMR kami telah membuat acara mandiri yaitu sebuah penyuluhan mengenai cara mencuci tangan yang baik dan pentingnya menggosok gigi, dengan sasaran utama kami adalah anak-anak yang berusia 6-12 tahun.

Setelah acara tersebut barulah kami melangkah sedikit demi sedikit dalam membangun PMR untuk menjadi organisasi yang lebih maju lagi yaitu mengubahnya menjadi KSR PMI.

3
Pada akhir tahun 2016 kami melakukan orientasi dengan anggota PMI yang kini menjadi pembina kami yaitu kak Anto Dharsono, S.H., M.Si. dan kak Hermasnyah selaku pelatih. Orientasi dilaksanakan di Akademi Farmasi Samarinda yang berdurasi 9 jam yang didalamnya membahas pengenalan materi-materi awal untuk menjadi Korps Sukarelawan yang sesungguhnya.

Anto Dharsono, S.H., M.Si perwakilan dari PMI kota memberi kami syarat untuk tes urin terlebih dahulu sebelum melakukan pelantikan dengan menggait BNN untuk membuktikan bahwa kami selaku perwakilan dari Mahasiswa Akademi Farmasi Samarinda yang 100% bebas Narkoba dan zat adiktif lainnya.

Pada tanggal 23 Januari 2016 Anggota KSR yang berjumlah 30 orang ini melakukan tes urin yang dari tes tersebut 100% anggota KSR PMI UKM AKFARSAM ini 4bukanlah seorang pengguna narkoba atau zat-zat terlarang lainnya.

Hingga akhirnya pada Jum’at 3 Maret 2017 KSR PMI UKM AKFARSAM resmi dilantik oleh Bapak Wasiul Ilmi selaku Kepala PMI Kecamatan Samarinda Ulu yang disaksikan oleh Direktur Akademi Farmasi Samarinda dan beberapa dosen, serta perwakilan dari BNN.

Seminar Nasional 2017

DSC_0800Akademi Farmasi mengadakan Seminar bertema: Peran Tenaga Kesehatan Dalam Implementasi UU 33/2014 tentang jaminan produk halal. Berlangsung di ballroom Horison Hotel Jalan Imam Bonjol, Minggu (26/2), 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut dengan sebagian besar mereka berlatar belakang apoteker.

Turut hadir sejumlah pembicara. Di antaranya guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Abdul Rohman, pengamat obat halal Indonesia Bisma, S.Si., Apt. dan drh. H. Sumarsongko direktur LPPOM MUI Kaltim.

Direktur Akademi Farmasi Samarinda Supomo, M.Si., Apt. menjelaskan, acara ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Lewat kegiatan tersebut, diharapkan para tenaga kerja mendapat ilmu baru yang kemudian bisa diteruskan kepada masyarakat. “Selain sosialisasi lewat seminar, kami juga punya kegiatan pengabdian masyarakat lewat penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya produk halal,” tambah Supomo.

Menurut dia, Indonesia dengan penduduk muslim yang mayoritas, memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan hukum terhadap kehalalan produk sesuai syariat agama.

Sementara itu, Ketua Panitia Heri Wijaya, M.Si., Apt mengatakan, perlindungan hukum berupa jaminan kehalalan sebuah produk harus ada dengan bentuk sertifikat. “Dan kehalalan itu dikeluarkan LPPOM MUI.”

Dia berharap, dari kegiatan tersebut agar masyarakat bisa teredukasi. Sedikitnya bisa paham dengan status produk yang berada di sekitar. “Adanya seminar ini dapat menyadarkan ke masyarakat untuk kembali ke pola hidup halal sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW,”

Sumber : (http://kaltim.prokal.co/read/news/293171-masyarakat-mesti-melek-status-produk.html)